Inflasi dalam Kamera Mahasiswa

Inflasi, kata tersebut secara gamblang sudah akrab di telinga masyarakat. Pada istilah lain inflasi dikenal dengan kenaikan harga. Namun bukan hanya dalam arti sempit, semata mata setiap kenaikan harga kita dapat menyebutnya dengan inflasi. Untuk lebih jelasnya mari kita simak paparan berikut ini.
Inflasi dalam konteks ilmu ekonomi adalah kenaikan harga yang terjadi secara terus menerus.Inflasi tidak dapat disematkan pada kondisi suatu barang yang harganya sedang mengalami kenaikan. Kondisi inflasi dapat diklaim karena harga harga semua barang yang meningkat secara terus menerus dan dapat diperbandingkan dari tahun ke tahun.
Ilmu statistika memiliki indikator untuk mengetahui nilai inflasi yaitu  menggunakan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). IHPB digunakan untuk mengukur tingkat harga yang diterima oleh produsen untuk mendapatkan barang dan jasa pada berbagai tingkat produksi. Secara umum IHPB memberikan gambaran mengenai perubahan harga yang terjadi pada  barang mentah dan barang jadi di pasar primer. IHPB sangat berguna untuk melihat pergerakan harga dagangan para produsen di masa yang akan datang karena para produsen besar dapat memetakan pergerakan harga barang mentah dan jasa yang akan mereka olah atau mereka jual, sehingga para produsen dapat menentukan harga dasar kepada konsumen mereka.
Inflasi dapat terjadi dikarenakan ada dua hal yaitu dari segi permintaan dan segi tekanan penawaran.
Dari segi permintaan dapat digambarkan melalui banyaknya permintaan dari pihak konsumen, konsumen dapat begitu berarti dalam inflasi dikarenakan adanya kebutuhan dan adanya likuidasi atau disebut juga melimpahnya peredaran uang dimasyarakat. Hal ini memenicu penanganan dari pemerintah untuk mengurangi likuidasi dengan cara meningkatkan bunga bank. Logikanya dari dua sebab perimntaan tersebut adalah ketika masyarakat memiliki kebutuhan dan mereka memiliki cadangan uang yang melimpah, secara otomatis daya beli masyarakat akan meningkat. Namun sayangnya dalam artian daya beli masyarakat yang meningkat bukan dilihat dari berapa kuantitas barang yang mereka dapatkan melainkan karena mereka hanya mampu membeli beberapa barang saja dengan jumlah uang nominal uang yang lebih banyak.
Dari segi tekanan penawaran dapat menjadi alasan inflasi karena kendala produksi dan kendala distribusi. Kendala produksi dapat diurai menjadi beberapa yaitu mahalnya biaya tenaga kerja, kekurangan bahan mentah atau disebut juga kelangkaan. Kendala distribusi dapat diurai dikarenakan kurang meratanya distribusi barang kepada konsumen, misalnya barang A adalah barang yang primer yang digunakan sehari hari pada masayarakat untuk memenuhi kelangsungan hidup misal nya mie instan. Mie instan di produuksi di Indonesia bagian barat, karena masyarakat lebih dekat dengan pabrik maka mereka memperoleh mie instan dengan lebih murah. Sedangkan masyarakat Indonesia bagian barat yang jauh dari pabrik mie instan harus membeli  dengan harga yang lebih mahal karena biaya distribusi yang jauh lebih mahal.

Komentar